5 Fakta Menarik Tentang Malang, Mulai Sejarah Sampai Kuliner

Malang, salah satu daerah di Jawa Timur yang berada di sebelah selatan yang ditempuh 1-2 jam dari Kota Surabaya.

Kota besar ke-dua di Jawa Timur setelah Surabaya. Banyak orang dari sekitar Malang seperti Blitar, Kediri, Mojokerto, Pasuruan, Lumajang yang datang untuk bekerja atau wisata.

Secara geografi berada tepat di tengah-tengah provinsi Jawa Timur. Tidak heran Kabuputen Malang memiliki slogan "Heart of East Java". 


Ada banyak hal menarik tentang Malang, mulai dari historis, geografis serta kuliner. Yuk simak fakta-fakta menarik seputar Malang yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Sebutan "Malang Raya"

Pada awalnya sebutan Malang Raya ditujukan untuk Keresidenan Malang pada jaman kolonial. Keresidenan sendiri merupakan bentuk lama dari Daerah Tingkat 1. Saat itu terdiri dari empat wilayah Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang.


Sekarang sebutan Malang Raya terdiri dari tiga wilayah administrasi, yaitu Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

2. Geografi Berupa Gunung dan Pantai

Secara geografi Malang di kelilingi gunung pada sisi barat dan timur, serta perbukitan pada sisi selatan.

Karena adanya gunung terdapat banyak wisata alam yang memiliki pemandangan yang sangat bagus.

Wisata pantai yang cukup banyak kurang lebih mencapai 42 pantai 

3. Sejarah sejak jaman Hindu Budha

Wilayah Malang sudah ada sejak jaman Hindu Budha. Abad ke-8 masehi dengan adanya kerajaan kanjuruhan yang merupaan kerjaan bercorak hindu.

Berada di lembah antara Sungai Berantas dan Sungai Metro di lereng sebelah timur Gunung Kawi.

Pada tahun 1222 Masehi berdiri Kerajaan Singosari yang di didikan oleh Ken Arok. Berada di wilayah ynag sekarang disebut Singasari (Kecamatan Sisngasari).

4. Dialek dan Bahasa Terbalik (Boso Walikan)

Masyarakat Malang memiliki kultur bahasa tersendiri yang menggunakan bahasa terbalik (boso walikan).

Boso Walikan sendiri membalikkan penulisan atau pengucapan kata. Misal, kata "sam" dari kata bahasa jawa "mas", yang berarti "kakak laki-laki". Bahsa "nakam", yang berarti "makan". Dan masih banyak lagi kosakata Boso Walikan.

Konon Boso Walikan ini sudah ada sejak jaman kolonial Belanda. Pada masa itu Boso Walikan dijadikan kode komunikasi pejuang. Tujuannya agar percakapan yang mereka bicarakan sulit dipahami oleh para tentara Belanda.

5. Kuliner

Setiap daerah memiliki makanan khas daerah. Malang juga memiliki makanan khas. Ada bakso, mie, sate dan masih banyak makanan khas Malang.

Bakso Malang, hidangan yang berasa dari daging sapi yang dibentuk seperti bola disertai dengan kuah bening panas. 

Bakso Malang

Selain hanya berisi daging bakso, juga terdapat isian lainnya, seperti siomay, siomay goreng, siomay panjang goreng, tahu putih, tahu isi, bihun, mie kuning, usus goreng.

Varian lain dari bakso ada bakso mercon, bakso dengan isian cabai halus. Bakso bakar, tidak hanya disajikan dalam kuah, bakso ini di bakar mirip seperti sate. Baso beranak, bakso dengan ukuran besar yang didalamnya terdapat isian berupa bakso kecil, telur puyuh.

Restauran bakso yang dapat dikunjungi saat wisata ke Malang, ada Bakso Presiden, Bakso Kota Cak man dan Bakso Damas.

Banyak ditemukan dalam restauran besar, kedai kaki lima, gerobak dorong sampai dipikul.

Cwi Mie berupa olahan mie dengan taburan ayam, bawang goreng dan daun bawang, serta sayur sawi dan kerupuk pangsit. Bisa di makan dalam bentuk kering atau ditambah dengan kuah bakso.


Restoran Cwi Mie yang dapat dikunjungi, Hot Cwie Mie, Mie Kudusan, Kedai Mie Sutoyo, dan Mie Gang Djangkrik (non-halal)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama